Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Tuesday, November 3, 2015

Posted by MINSATAS On 7:37 PM
MIN CILENGA :  Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagi Bapak dan Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah yang belum punya Silabus Kurikulum 2013 untuk Mapel PAI ( Qur'an Hadist, Fikih, Akidah Akhlak, SKI ) dan Bahasa Arab untuk Kelas 1 s.d Kelas 5, silahkan download link di bawah :
1. Silabus K13 MI Kelas 1
2. Silabus K13 MI Kelas 2
3. Silabus K13 MI Kelas 4
4. Silabus K13 MI Kelas 5

Semoga bermanfat. Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Monday, February 23, 2015

Posted by MINSATAS On 9:43 PM
MIN CILENGA : Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hari ini Senin tanggal 23 Februari 2015 adalah hari dimulainya Verval (Verifikasi dan Validasi) NRG (Nomor Registrasi Guru) pada situs PADAMU NEGERI. Mungkin diantara Sahabat Mincil ada yang belum mengetahui cara-cara untuk melakukan verval. Baiklah, kita langsung ke TKP.

Silakan sahabat Klik tautan link di bawah :

TATA CARA VERVAL NRG PADAMU NEGERI

Sekian semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Saturday, September 27, 2014

Posted by MINSATAS On 9:49 AM

DOWNLOAD PERANGKAT ADMINISTRASI KURIKULUM 2013 SD/MI LENGKAP BAGIAN 1


Bagi Bapak/Ibu Guru  Sahabat Mincil yang memerlukan perangkat administrasi kurikulum 2013 seperti Buku 1 Kurikulum 2013, Buku Nilai Kurikulum 2013, Dokumen Kurikulum 2013, KI KD Kurikulum 2013, Silabus kelas 1 s.d Kelas 6 dan sebagainya, silakan klik gambar download di bawah, one clik one source


Sekian, semoga bermanfaat. 
Posted by MINSATAS On 9:07 AM

DOWNLOAD FORMAT PROTA DAN PROMES KURIKULUM 2013 MAPEL UMUM KELAS 1 DAN 4

Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan yakni Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi harus dikuasai olah siswa.

Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari Program Tahunan. Isi dari Program Semester adalah tentang bulan, pokok bahasan atau tema yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.

Sebagai tambahan referensi Bapak/Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah mengenai Prota dan Promes mapel umum kurikulum 2013 untuk kelas I dan IV silahkan klik tautan dibawah untuk mendownloadnya :

Kelas I



Kelas IV



Sekian, semoga bermanfaat.
Sumber : abdimadrasah.com

Monday, September 22, 2014

Posted by MINSATAS On 9:11 PM
MIN CILENGA - Wali Kelas mempunyai peranan penting dan posisi strategis dalam mendidik siswa di sekolah/madrasah karena sangat menentukan keberhasilan dan pembangunan karakter anak didiknya. Peranan Wali Kelas yang sangat menonjol adalah menjadi semacam kepala keluarga dalam kelas tertentu, ini berarti ia bertanggung jawab terutama menciptakan kondisi dan lingkungan  yang kondusif satu sama lain sehingga kelas itu menjadi komunitas belajar dapat maju bersama dalam proses pembelajaran. 

Adapun tugas pokok dan tanggung jawab Wali Kelas adalah membantu Kepala Sekolah/Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  1. Mengelola kelas
  2. Menyelenggarakan administrasi kelas yang meliputi : denah tempat duduk siswa, jadwal pelajaran, daftar piket kelas, jurnal kelas, dan tata tertib kelas
  3. Mengetahui identitas dan kepribadian anak didik
  4. Mengetahui tingkat kemampuan, status sosial/ekonomi anak didik
  5. Merekapitulasi kehadiran siswa
  6. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)
  7. Pembuatan catatan khusus tentang siswa
  8. Pencatatan mutasi siswa
  9. Pengisian buku laporan hasil belajar siswa
  10. Pembagian buku laporan hasil belajar siswa.
Dalam hal menyelenggarakan administrasi kelas, berikut adalah format administrasi Wali Kelas  Implementasi Kurikulum 2013 yang bisa Bapak/Ibu download :
  1. Buku himpunan administrasi kelas
  2. Buku analisa hasil uji kompetensi
  3. Buku blanko RPP
  4. Buku catatan harlan kelas
  5. Buku daftar hadir siswa untuk wali kelas
  6. Buku daftar nilai
  7. Buku jadwal uji kompetensi dan bank soal
  8. Buku jurnal harlan kelas
  9. Buku laporan kelas
  10. Blanko analisa hasil uji kompetensi per butir
Sekian dan semoga bermanfaat.

Saturday, September 20, 2014

Posted by MINSATAS On 7:01 AM
MIN CILENGA : Assalamu’alaikum Wr Wb. Telah  diterbitkan beberapa permendikbud terbaru tahun 2014 terkait Implementesi Kurikulum 2013, yaitu Permendikbud nomor  57, 58, 59, 61, 62, 63, dan 64. Silahkan bagi rekan-rekan guru yang minat bisa didownload di bawah :
  1. Download Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014 tentang KurikulumSD/MI
  2. Download Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014 tentang KurikulumSMP/MTs
  3. Download Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang KurikulumSMA/MA
  4. Download Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang KurikulumTingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  5. Download Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kurikulum2013 Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  6. Download Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang PendidikanKepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar danPendidikan Menengah
  7. Download Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatanpada Pendidikan Menengah

Pada Permendikbud nomor  57, 58, 59 dan 60 tahun 2014 tersebut telah dilampirkan :
  • Keranggka Dasar dan Struktur Kurikulum; 
  • Silabus dan Pedoman Mata Pelajaran untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MK


Cara Mendownload :
1. Klik link di atas
2. Pada tampilan ziddu, klik download 
3. masukan verifikasi kode yang tertera, lalu download 



Sekian, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 




Tuesday, September 9, 2014

Posted by MINSATAS On 11:11 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Sudah hampir dua bulan kita dihadapkan pada pelaksanan pembelajaran dengan kurikulum baru yakni kurikulum 2013 (Kurtilas). "Kurikulum 2013 merupakan suatu kurikulum yang dibentuk untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas bangsa Indonesia dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)." (wikipedia.org).

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa alat pembelajaran pada kurikulum 2013 yang mungkin bermanfaat buat sahabat Mincil :
J E N J A N G
MI
MTs
MA




Alat pembelajaran yang lain sahabat mincil bisa klik menu DOWNLOAD 

Terima kasih atas kunjungannya.. sekali lagi semoga bermanfaat. Wassalam Wr. Wb. 

Wednesday, August 27, 2014

Posted by MINSATAS On 2:43 PM
DOWNLOAD BUKU PEGANGAN GURU DAN SISWA MI KURIKULUM 2013
MATA PELAJARAN PAI DAN BAHASA ARAB

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagi Bapak/Ibu Guru yang mengajar di MI dan membutuhkan Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 13 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab sebelum turun droping Book dari Kanwil, bisa didownload di bawah, kemudian diprint out (ngamodxx saeutik mah.. heheh)

KELAS
BUKU GURU
BUKU SISWA
I



IV

Untuk Mapel Umum bisa didownload di Menu DOWNLOAD .

Sekian, dan semoga bermanfaat.. Wassalam

Tuesday, August 26, 2014

Posted by MINSATAS On 11:36 PM
Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2014-2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dalam rangka memberikan pedoman pelaksanaan pembelajaran kepada Satuan Pendidikan madrasah di berbagai jenjang pendidikan (RA/MI/MTs/MA) baik negeri maupun swasta, Kantor  Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat telah mempubliskan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/2015 pada bulan Juni 2014. Bagi Bapak/Ibu Guru yang membutuhkannya bisi diunduh pada tautan di bawah :


Terima kasih dan semoga bermanfaat. Wassalam...

Monday, April 21, 2014

Posted by MINSATAS On 10:36 PM
TUJUH PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAT EFEKTIFITAS BELAJAR

Pertama, Meningkatan persepsi siswa terhadap kemampuan guru yang meliputi atensi dan ekspektasi. Persepsi siswa terhadap kemampuan guru berbeda-beda ditentukan karakteristik pribadi perilaku persepsi yang meliputi sikap, motif, minat, dan harapan. Faktor internal yang melekat dalam diri perilaku persepsi siswa adalah belajar karena merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. Sebagai pelaku persepsi perlu diajak mampu berpikir logis dan rasional. Hal tersebut diperlukan agar memberikan kesan secara objektif dan tidak terlalu dipengaruhi oleh faktor internal saja yang bersumber pada keyakinan dan karakteristik kepribadian seseorang.

Kedua, guru harus berkualitas tinggi keilmuannya, hal ini diperlukan agar guru mampu menyadarkan siswa terhadap adanya faktor eksternal yang bersumber dari situasi dan lingkungan melalui proses informasi yang dapat mempengaruhi persepsi.

Ketiga, mencairkan suasana dan kontradiksi karena bervariasinya siswa. Siswa cenderung kontradiktif karena : (1) di satu sisi siswa kelompok terlalu aktif berbicara, di lain pihak ada kelompok yang selalu diam, (2) terdapat siswa yang bergerak secara cepat dan sebaliknya ada pula yang justru sangat lamban, (3)siswa merasa sudah tahu semuanya, (4) siswa yang mengalami problema kepribadian.
                                                                                                                         
Keempat, guru tidak hanya sekedar melaksanakan tugas memberikan bimbingan belajar tetapi harus memberikan informasi yang jelas sehingga mudah dicerna oleh siswa.

Kelima, seleksi terhadap guru yang tidak hanya menguasai masalah teknik, melainkan juga dituntut untuk dapat menyalurkan kemampuan dan keterampilannya kepada siswa. Syarat sebagai guru adalah kemampuan untuk melakukan komunikasi. Kualitas guru akan memberikan kontribusi besar terhadap efektivitas belajar. Dalam praktik mungkin gagasan ini tidak mudah diterapkan, karena guru yang memiliki penguasaan teknih baik dan sekaligus memiliki kemampuan komunikasi yang baik itu jumlahnya relatif terbatas.

Keenam, guru memberikan demonstrasi dan uji coba untuk diikuti oleh siswa. Demonstrasi tidak hanya berupa percontohan teknis, tetapi juga menunjukan kinerja yang lebih baik.

Ketujuh, pada hakikatnya persepsi terlihat pada kemampuan guru. Apabila kemampuan guru meningkat, maka persepsinya cenderung baik. Namun penampilan dan cara guru membawakan diri dalam hubungannya dengan siswa akan sangat mempengaruhi persepsi siswa.

Sedangkan kenyataan yang masih banyak ditemui di lapangan adalah guru tidak merasa perlu untuk memperbaiki metodologi pengajaran yang selama ini mereka lakukan, karena mereka menganggap cara mengajar mereka sudah benar. Bahkan mereka tidak berusaha untuk meningkatkan persepsi siswa terhadap pembelajar yang berlangsung di sekolah.

Sumber : http://www.m-edukasi.web.id


Posted by MINSATAS On 10:25 PM

GURU YANG PROFESSIONAL

Ada sebuah pendapat yang menyatakan, bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, sudah ditinggalkan banyak orang. Kini, mengajar lebih sering dimaknai sebagai perbuatan yang komplek, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan.

Pengintegrasian keterampilan-keterampilan yang dimaksud dilandasi oleh seperangkat teori dan diarahkan oleh suatu wawasan. Sedangkan aplikasinya secara unik dalam arti sebuah simultan dipengaruhi oleh semua komponen belajar mengajar. Komponen yang dimaksud yaitu: tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan, subjek didik, fasilitas dan lingkungan belajar, serta yang tidak kalah pentingnya keterampilan, kebiasaan serta wawasan guru tentang diri dan misinya sebagai pendidik.

Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, maka pengajar hurus memberdayakan diri sendiri dan para siswanya. Siswa diharapkan mempunyai kompetensi yang diajarkan. Mereka diposisikan sebagai subjek belajar, sedangkan guru sebagai fasilitator.

Jika mengajar dirumuskan sebagai upaya menyampaiakn (transfer) bahan pelajaran kepada siswa, maka makna mengajar itu sendiri akan terbatas hanya pada penyampaian bahan pelajaran itu saja secara sederhana sekali, guru di satu pihak menyampaikan bahan pelajaran dan siswa di pihak lain akan menerima secara pasif.

Biasanya proses penyampaian seperti itu akan berlangsung secara imposisi (penuangan), guru menuangkan sejumlah informasi/pengetahuan kepada siswa, artinya guru mendominasi kelas melalui penyampaian lisan sehingga umumnya muncul gejala verbalistis.

Akan tetapi, jika pengertian mengajar ialah segala upaya yang dilakukan dengan sengaja guna menciptakan proses belajar pada siswa dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka jelas bahwa yang menjadi sasaran akhir dari proses pengajaran itu ialah siswa belajar.

Dalam hal ini upaya apapun dapat dilakukan asal dapat dipertanggungjawabkan mengantarkan siswa menuju pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan, artinya siswa cenderung aktif. Pencapaian tujuan dilakukan melalui proses pengajaran guru tampil di depan kelas untuk mengajar secara langsung ataupun menggunakan perangkat proses pengajaran. Sehingga pada hakekatnya mengajar itu merupakan upaya guru untuk menciptakan kemungkinan terjadinya proses belajar pada siswa.

Jadi yang paling penting dalam mengajar itu bukanlah bahan yang disampaikan oleh guru akan tetapi proses siswa dalam mempelajari bahan tersebut. Dan peranan yang menonjol dalam kegiatan pengajaran ada pada siswa, ini tidak berarti bahwa peranan guru disishkan, hanya diubah saja, guru bukan berperan sebagai penyampai informasi akan tetapi hanya bertindak sebagai pengarah dan pemberi fasilitas untuk mewujudkan terciptanya proses belajar (director and facilitator of learning). guru-proffesional.

Jadi, guru yang professional itu adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik. Yang dalam proses belajar mengajarnya membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus demi terciptanya kelancaran proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

Sumber : http://www.m-edukasi.web.id


Posted by MINSATAS On 9:54 PM
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.

Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1.  Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a.      RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b.   Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c.      Indikator merupakan:
ü   ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
ü   penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
ü  dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
ü  rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
ü  digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 
d.  Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.

2.  Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1)      mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2)      menyebutkan bagian-bagian jantung.
3)      merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4)      mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

3.  Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator:  “Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan”.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.

4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
1)    Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
2)   Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.

5.  Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan
ü   Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
ü   Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
ü Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
ü  Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
ü  Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

2.  Kegiatan Inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.

Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.

3.  Kegiatan penutup
ü  Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
ü  Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
ü  Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.

b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

6.  Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.

Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

7.  Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.

Sumber : http://www.m.edukasi.web.id