Showing posts with label KURIKULUM. Show all posts
Showing posts with label KURIKULUM. Show all posts

Tuesday, November 3, 2015

Posted by MINSATAS On 7:37 PM
MIN CILENGA :  Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagi Bapak dan Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah yang belum punya Silabus Kurikulum 2013 untuk Mapel PAI ( Qur'an Hadist, Fikih, Akidah Akhlak, SKI ) dan Bahasa Arab untuk Kelas 1 s.d Kelas 5, silahkan download link di bawah :
1. Silabus K13 MI Kelas 1
2. Silabus K13 MI Kelas 2
3. Silabus K13 MI Kelas 4
4. Silabus K13 MI Kelas 5

Semoga bermanfat. Terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Thursday, November 27, 2014

Posted by MINSATAS On 7:44 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
MIN CILENGA - Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, maka penilainnya lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 

Model penilaian tersebut dapat dilihat pada format raport kurikulum 2013. Dengan diterbitkannya model penilaian oleh Direktorat Pendidikan Madrasah, Admin ingin berbagi sebuah aplikasi untuk mempermudah rekan-rekan guru untuk penyusunan raport yang sesuai dengan Kurikulum 2013, dimana model raport ini tidak lagi seperti raport saat kurikulum KTSP. Model raport kali ini lebih mencerminkan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan Kompetensi Inti (KI-1 s/d KI-4) yang diharapkan dalam kurikulum 2013.

Silahkan klik tautan dibawah untuk menguduh :
1. Aplikasi Raport MI Kurtilas

Sekian dan semoga bermanfaat...Wassalam...



Saturday, September 27, 2014

Posted by MINSATAS On 9:49 AM

DOWNLOAD PERANGKAT ADMINISTRASI KURIKULUM 2013 SD/MI LENGKAP BAGIAN 1


Bagi Bapak/Ibu Guru  Sahabat Mincil yang memerlukan perangkat administrasi kurikulum 2013 seperti Buku 1 Kurikulum 2013, Buku Nilai Kurikulum 2013, Dokumen Kurikulum 2013, KI KD Kurikulum 2013, Silabus kelas 1 s.d Kelas 6 dan sebagainya, silakan klik gambar download di bawah, one clik one source


Sekian, semoga bermanfaat. 
Posted by MINSATAS On 9:07 AM

DOWNLOAD FORMAT PROTA DAN PROMES KURIKULUM 2013 MAPEL UMUM KELAS 1 DAN 4

Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan yakni Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi harus dikuasai olah siswa.

Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari Program Tahunan. Isi dari Program Semester adalah tentang bulan, pokok bahasan atau tema yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.

Sebagai tambahan referensi Bapak/Ibu Guru Madrasah Ibtidaiyah mengenai Prota dan Promes mapel umum kurikulum 2013 untuk kelas I dan IV silahkan klik tautan dibawah untuk mendownloadnya :

Kelas I



Kelas IV



Sekian, semoga bermanfaat.
Sumber : abdimadrasah.com

Monday, September 22, 2014

Posted by MINSATAS On 9:11 PM
MIN CILENGA - Wali Kelas mempunyai peranan penting dan posisi strategis dalam mendidik siswa di sekolah/madrasah karena sangat menentukan keberhasilan dan pembangunan karakter anak didiknya. Peranan Wali Kelas yang sangat menonjol adalah menjadi semacam kepala keluarga dalam kelas tertentu, ini berarti ia bertanggung jawab terutama menciptakan kondisi dan lingkungan  yang kondusif satu sama lain sehingga kelas itu menjadi komunitas belajar dapat maju bersama dalam proses pembelajaran. 

Adapun tugas pokok dan tanggung jawab Wali Kelas adalah membantu Kepala Sekolah/Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
  1. Mengelola kelas
  2. Menyelenggarakan administrasi kelas yang meliputi : denah tempat duduk siswa, jadwal pelajaran, daftar piket kelas, jurnal kelas, dan tata tertib kelas
  3. Mengetahui identitas dan kepribadian anak didik
  4. Mengetahui tingkat kemampuan, status sosial/ekonomi anak didik
  5. Merekapitulasi kehadiran siswa
  6. Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger)
  7. Pembuatan catatan khusus tentang siswa
  8. Pencatatan mutasi siswa
  9. Pengisian buku laporan hasil belajar siswa
  10. Pembagian buku laporan hasil belajar siswa.
Dalam hal menyelenggarakan administrasi kelas, berikut adalah format administrasi Wali Kelas  Implementasi Kurikulum 2013 yang bisa Bapak/Ibu download :
  1. Buku himpunan administrasi kelas
  2. Buku analisa hasil uji kompetensi
  3. Buku blanko RPP
  4. Buku catatan harlan kelas
  5. Buku daftar hadir siswa untuk wali kelas
  6. Buku daftar nilai
  7. Buku jadwal uji kompetensi dan bank soal
  8. Buku jurnal harlan kelas
  9. Buku laporan kelas
  10. Blanko analisa hasil uji kompetensi per butir
Sekian dan semoga bermanfaat.

Saturday, September 20, 2014

Posted by MINSATAS On 8:56 AM
MIN CILENGA - Sebagaimana tercantum dalam Permendikbud No 81A Tahun 2014 (Implementasi Kurikulum 2013) pada lampiran 1, telah diatur Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Ini berarti bahwa diberlakunya Kurikulum 2013 tidak menghapus pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah/madrasah tetap berkewajiban menyusun KTSP yang isinya disesuaikan dengan tuntutan implementasi Kurikulum 2013.

Dalam pedoman Penyusunan dan Pengelolaan KTSP yang baru (implementasi Kurikulum 2013) sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mendasar dengan pedoman sebelumnya (KTSP 2006). Menurut pedoman yang baru komponen minimal KTSP, terdiri dari 1) Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan, 2) Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; 3) Pengaturan Beban Belajar; 4) Kalender Pendidikan. Perbedaaan mendasar terletak pada Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang harus disesuaikan dengan Standar Kelulusan dan Standar Isi yang baru yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013  Tentang Standar  Kompetensi  Lulusan Pendidikan  Dasar dan Menengah, serta Peraturan  Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Republik  Indonesia Nomor  64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi  Pendidikan Dasar dan Menengah.

silahkan klik link di bawah ini untuk mendownloadnya :


Sekian, dan semoga bermanfaat. 


Posted by MINSATAS On 7:55 AM
MIN CILENGA : Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka sebagaimana dijelaskan dalam Permendikbud nomor 81A Tahun 2014 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada lampiran 3 pada bagian Mekanisme Kegiatan Ekstrakurikuler, bahwa dalam  Kurikulum  2013 kepramukaan  ditetapkan  sebagai  kegiatan ekstrakurikuler  wajib  dari  sekolah  dasar  (SD/MI) hingga  sekolah menengah  atas  (SMA/SMK). Pelaksananan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan organisasi kepramukaan setempat/terdekat atau dikelola sendiri oleh guru pembimbing/pembina yang ditunjuk..

Sebagai Ekstrakurikuler wajib, Pramuka merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti  oleh  seluruh  peserta  didik,  terkecuali  peserta  didik  dengan kondisi  tertentu  yang  tidak memungkinkan mengikuti  kegiatan tersebut.

Pada kesempatan kali ini Admin akan menshare-kan  contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Pramuka Sebagai Implementasi Kurikulum 2013. Contoh ini masih jauh dari sempurna, tetapi bisa digunakan sebagai acuan awal bagi madrasah/sekolah yang belum memiliki Program Kerja Ekstrakurikuler Pramuka. Silahkan download :


Sekian dan semoga bermanfaat. 
Posted by MINSATAS On 7:01 AM
MIN CILENGA : Assalamu’alaikum Wr Wb. Telah  diterbitkan beberapa permendikbud terbaru tahun 2014 terkait Implementesi Kurikulum 2013, yaitu Permendikbud nomor  57, 58, 59, 61, 62, 63, dan 64. Silahkan bagi rekan-rekan guru yang minat bisa didownload di bawah :
  1. Download Permendikbud Nomor 57 Tahun 2014 tentang KurikulumSD/MI
  2. Download Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014 tentang KurikulumSMP/MTs
  3. Download Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang KurikulumSMA/MA
  4. Download Permendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang KurikulumTingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  5. Download Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kurikulum2013 Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
  6. Download Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang PendidikanKepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar danPendidikan Menengah
  7. Download Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatanpada Pendidikan Menengah

Pada Permendikbud nomor  57, 58, 59 dan 60 tahun 2014 tersebut telah dilampirkan :
  • Keranggka Dasar dan Struktur Kurikulum; 
  • Silabus dan Pedoman Mata Pelajaran untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MK


Cara Mendownload :
1. Klik link di atas
2. Pada tampilan ziddu, klik download 
3. masukan verifikasi kode yang tertera, lalu download 



Sekian, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 




Friday, September 12, 2014

Posted by MINSATAS On 3:18 PM
MIN CILENGA : Kurikulum 2013 telah dimulai sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 di beberapa sekolah tertentu dan mulai dilaksanakan serentak di seluruh sekolah pada Tahun Pelajaran 2014/2015 sekarang ini. Sebagai barang baru tentu saja banyak kendala dalam pelaksanaannya. Kendala tersebut dirasakan dalam beberapa hal, misalnya dari segi pendidik dan segi sarprasnya.

Beberapa kendala yang dirasakan oleh pihak sekolah setelah penerapan kurikulum 2013 secara serempak sekarang ini antara lain adalah:
  1. Pada banyak sekolah, buku siswa dan buku guru belum ada.
  2. Diklat kurikulum dirasakan oleh para pendidik kurang maksimal karena terbatasnya waktu.
  3. Masih banyak pendidik yang belum faham benar akan kurikulum 2013.
  4. Sebagai hal baru, tentu saja membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama, baik bagi siswa maupun bagi para pendidik.
  5. Masih banyak pendidik yang belum mengusai TIK, sehingga mengalami kesulitan ketika membuat rencana pembelajaran.

Dan masih banyak lagi kendala yang lainnya.

Dalam pelaksanaan kurikulum 2013, peran aktif orang tua dalam membingbing anaknya juga sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Hal itu sesuai petunjuk dalam buku siswa. 

Pada akhir bagian, pada catatan kaki buku siswa, banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh orang tua di rumah agar membimbing anaknya dalam menyelesaikan tugas rumah. Apalagi sekolah yang letaknya di pedesaan, di mana banyak orang tua yang kurang memahami akan hal itu. Kebanyak orang tua sibuk untuk mencari nafkah dan kurang memperhatikan hal-hal semacam itu.


Untuk itu diperlukan sosialisasi yang rutin kepada orang tua agar turut serta membantu pelaksanaan pembelajaran, terutama di rumah. 
Posted by MINSATAS On 10:58 AM
MIN CILENGA : Sorotan bertubi-tubi terhadap pelaksanaan kurikulum 2013 (K-13) yang dinilai amburadul terus menggelinding. Penerapan Kurikulukm 2013 itu dinilai bermasalah hampir di setiap lini. Pemantauan cukup menyeluruh dilakukan oleh jajaran Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Mereka melakukan pemantauan implementasi kurikulum baru di 21 provinsi dan 46 kabupaten/kota sepanjang 14 Juli " 8 September. Sekjen FSGI Retno Listyarti mengatakan, masalah yang muncul mulai dari pelatihan guru, pendistribusian buku, hingga isi atau konten buku itu sendiri.

Terkait dengan pelatihan guru, Retno mengatakan belum semua guru sasaran implementasi kurikulum baru sudah dilatih. Baik itu pelatihan yang didanai oleh APBN maupun APBD. Selain itu, juga ada laporan pengeprasan waktu pelatihan. Contohnya di Sukabumi pelatihan yang seharusnya 5 hari dikepras hanya menjadi 2 hari saja.

"Sebagian pengaduan yang masuk ke kami, banyak guru masih belum paham terkait  implementasi kurikulum baru ini. Meski sebatas membuat RPP (rencana proses pembelajaran, red)," tutur Retno di Jakarta kemarin.

Untuk itu dia meminta pemerintah baru nanti mengevaluasi ulang implementasi kurikulum baru ini terkait dengan kesiapan infrastrukturnya. Untuk urusan buku, Retno menegaskan memang benar pengiriman buku ke sekolah-sekolah banyak yang terlambat. Sebagai solusinya, banyak sekolah yang memfotokopi buku kurikulum baru itu.

"Akibatnya sampai ada sekolah yang dana BOS-nya habis untuk fotokopi buku kurikulum baru," jelas Retno.

Sekolah-sekolah swasta dengan jumlah siswa kecil, banyak yang mendapatkan dana BOS sekitar Rp 19 juta. Tetapi setelah memesan buku kurikulum baru, ternyata tagihannya mencapai Rp 24 juta. Kasus serupa juga ada di sekolah negeri yang dana BOS-nya besar. Ada sekolah negeri menderima dana BOS Rp 227 juta. Tetapi tagihan buku barunya mencapai Rp 190 juta. Otomatis dengan sisa dana BOS tadi, banyak pos penggunaan dana BOS lainnya yang dikorbankan.

Melihat kompleksnya masalah itu, pihak FSGI mengimbau agar Kemendikbud melakukan perbaikan menyeluruh pada tahun ajaran mendatang. Yaitu tahun ajaran 2014/2015. Sehingga, tujuan pemberlakukan kurikulum baru tersebut bisa tercapai.

Menanggapi masalah pelatihan guru yang belum tuntas itu, Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan penilaian itu tidak benar. Dia menegaskan bahwa tanggungan pelatihan guru oleh Kemendikbud sudah selesai dilaksanakan. Begitu pula dengan pelatihan guru yang didanai dari APBD, juga sudah dilaksanakan.

"Kalau terkait pelatihan guru itu berkualitas bagus atau tidak, biarkan masyarakat punya pandangan sendiri-sendiri," tutur Haryono.

Dia mengatakan kalau memang pelatihan guru berjalan kacau, semua masyarakat mengecam Kemendikbud. Tetapi nyatanya Haryono mengatakan ada masyarakat yang menyambut baik implementasi kurikulum baru ini. Sedangkan untuk urusan pengadaan dan pendistribusian buku, Haryono mengatakan tim Itjen Kemendikbud sudah turun ke lapangan untuk investigasi.

Hanya saja, sampai sekarang investigasi itu masih berlangsung. Sehingga, Haryono belum bisa menyampaikan hasil temuan di lapangan. Haryono menegaskan Kemendikbud juga ingin menyelesaikan semua masalah di lini pendistribusian buku kurikulum baru itu.

Tuesday, September 9, 2014

Posted by MINSATAS On 11:11 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Sudah hampir dua bulan kita dihadapkan pada pelaksanan pembelajaran dengan kurikulum baru yakni kurikulum 2013 (Kurtilas). "Kurikulum 2013 merupakan suatu kurikulum yang dibentuk untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas bangsa Indonesia dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)." (wikipedia.org).

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa alat pembelajaran pada kurikulum 2013 yang mungkin bermanfaat buat sahabat Mincil :
J E N J A N G
MI
MTs
MA




Alat pembelajaran yang lain sahabat mincil bisa klik menu DOWNLOAD 

Terima kasih atas kunjungannya.. sekali lagi semoga bermanfaat. Wassalam Wr. Wb. 

Wednesday, August 27, 2014

Posted by MINSATAS On 2:43 PM
DOWNLOAD BUKU PEGANGAN GURU DAN SISWA MI KURIKULUM 2013
MATA PELAJARAN PAI DAN BAHASA ARAB

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagi Bapak/Ibu Guru yang mengajar di MI dan membutuhkan Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 13 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab sebelum turun droping Book dari Kanwil, bisa didownload di bawah, kemudian diprint out (ngamodxx saeutik mah.. heheh)

KELAS
BUKU GURU
BUKU SISWA
I



IV

Untuk Mapel Umum bisa didownload di Menu DOWNLOAD .

Sekian, dan semoga bermanfaat.. Wassalam

Tuesday, August 26, 2014

Posted by MINSATAS On 11:36 PM
Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2014-2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dalam rangka memberikan pedoman pelaksanaan pembelajaran kepada Satuan Pendidikan madrasah di berbagai jenjang pendidikan (RA/MI/MTs/MA) baik negeri maupun swasta, Kantor  Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat telah mempubliskan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/2015 pada bulan Juni 2014. Bagi Bapak/Ibu Guru yang membutuhkannya bisi diunduh pada tautan di bawah :


Terima kasih dan semoga bermanfaat. Wassalam...

Monday, April 21, 2014

Posted by MINSATAS On 9:54 PM
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.

Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1.  Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a.      RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b.   Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c.      Indikator merupakan:
ü   ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
ü   penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
ü  dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
ü  rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
ü  digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 
d.  Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.

2.  Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1)      mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2)      menyebutkan bagian-bagian jantung.
3)      merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4)      mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

3.  Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator:  “Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan”.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.

4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
1)    Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
2)   Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.

5.  Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan
ü   Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
ü   Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
ü Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
ü  Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
ü  Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).

2.  Kegiatan Inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.

Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.

3.  Kegiatan penutup
ü  Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
ü  Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
ü  Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.

b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

6.  Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.

Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

7.  Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.

Sumber : http://www.m.edukasi.web.id